Kayong Utara post authorKiwi 02 Juni 2026

Program Pelita Penebang Tingkatkan Kompetensi SDM Lokal di Kawasan Industri Pulau Penebang

Photo of Program Pelita Penebang Tingkatkan Kompetensi SDM Lokal di Kawasan Industri Pulau Penebang

SUKADANA, SP– Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) melalui program Pelita Penebang terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal dengan memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja bagi tenaga kerja non-skill di kawasan industri tersebut.

Kawasan Industri Pulau Penebang di Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat merupakan proyek strategis nasional dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB). Kawasan industri ini diproyeksikan sebagai pusat hilirisasi dan industrialisasi bauksit terintegrasi.

Program yang digagas oleh tim Human Resources berkolaborasi dengan Health, Safety, and Environment (HSE) DIB ini difokuskan pada peningkatan kompetensi operator overhead crane melalui pelatihan, pembinaan disiplin, hingga sertifikasi keahlian yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Niken Prisca, Head of Corporate Communications KIPP mengatakan, Program Pelita Penebang dirancang sebagai upaya membuka peluang karier bagi masyarakat lokal melalui peningkatan keterampilan dan sertifikasi profesional.

“Pelita Penebang ini bertujuan agar talenta lokal untuk bisa mendapatkan kesempatan memiliki skill yang tersertifikasi secara profesional dan memiliki peluang besar untuk bisa bergabung sebagai karyawan di Kawasan Industri Pulau Penebang,” katanya, Sabtu 30 Mei 2026.

Ia menjelaskan, peserta program berasal dari tenaga kerja non-skill yang sebelumnya bekerja sebagai helper atau pekerja umum di area operasional. Mereka kemudian diseleksi melalui tahapan administrasi, tes tertulis, dan wawancara sebelum mengikuti pelatihan intensif.

“Program ini juga menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat lokal yang mau belajar dan mau maju. Nantinya peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikasi keahlian dari pemerintah,” ujarnya.

Program ini memiliki semangat yang sama dengan program yang telah diluncurkan sebelumnya, yaitu memberangkatkan 89 pemuda mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium di Cina selama tiga bulan melalui Operations Development Program (ODP).

Puluhan pemuda yang sebagiannya merupakan putra-putri asli Kabupaten Kayong Utara ini diproyeksikan bekerja di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) setelah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi keahlian.

Pada batch pertama Pelita Penebang, sebanyak sembilan peserta lolos tahap seleksi untuk mengikuti pelatihan operator overhead crane. Pelatihan tidak hanya berfokus pada pengoperasian alat, tetapi juga pembentukan disiplin dan budaya keselamatan kerja.

Menurutnya, peserta mendapatkan materi keselamatan kerja, tanggap darurat, pembinaan mental dan fisik, hingga evaluasi lapangan selama beberapa minggu setelah pelatihan kelas selesai.

“Harapannya masyarakat lokal memiliki skill yang sangat baik dan dapat bersaing dengan tenaga kerja terampil dari luar,” tambahnya.
Salah satu peserta, Suheriduansyah (19), warga Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya, mengaku mengikuti program tersebut untuk meningkatkan keterampilan dan menambah pengalaman kerja baru. Sebelum bergabung di KIPP, ia pernah bekerja sebagai karyawan sawit.

“Motivasi saya ikut pelatihan ini karena mau naik skill juga dan berkembang. Saya juga ingin punya pengalaman baru,” ujarnya.

Saat ini Suheriduansyah bekerja di bagian batching plant dan mengikuti pelatihan operator overhead crane selama tiga hari. Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan berjalan menyenangkan, baik materi di kelas maupun praktik lapangan.
“Saya terima kasih sama tim Human Resources dan HSE yang sudah memberikan pembelajaran dan tempat untuk naik up-skill ini,” katanya.

Peserta lainnya, Eka Pramuja (22), juga melihat program tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan jenjang karier dan kesejahteraan ekonomi keluarga. Pemuda asli Kayong Utara itu sebelumnya pernah bekerja di toko sembako di Ketapang sebelum bergabung di KIPP.

“Yang jelas mengikuti program ini untuk meningkatkan income dan menambah wawasan juga. Tidak selamanya kita begini terus, jadi ada peluang jenjang karier,” kata Eka.
Ia berharap setelah memperoleh sertifikasi operator dan Surat Izin Operasi (SIO), dirinya dapat semakin kompeten dalam bidang kerja yang dijalani.

Program Pelita Penebang direncanakan akan terus dikembangkan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan operasional perusahaan, termasuk membuka peluang pelatihan multi-skill dan cross-skill bagi tenaga kerja non-skill di berbagai bidang kerja lainnya. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda